Senin, Agustus 25, 2014

Belajarlah Wahai Jiwa, Agar tak Menjadi Tua

Belajarlah Wahai Jiwa, Agar tak Menjadi Tua

"Dia yang tak pernah berhenti belajar, tak pernah menjadi tua."

Membaca adalah perintah pertama. Tentu bukan sekedar membaca dalam artian
harfiahnya, melain menelaah setiap detik yang telah lewat, tuk menjadi
bekal bagi setiap detik yang kan dilalui. Maka merugilah diri yang melewati
tiap detik tanpa menarik pelajaran, sebab itu berarti ia berjalan
mengembara tanpa bekal.

Ketuaan lahir adalah keniscayaan. Apapun dilakukan ia kan terjadi.
Kebugaran lahir, sungguh takkan pernah kembali. Ia maju saja menuju
kelemahan, apapun dilakukan. Maka benarlah ketika setiap jiwa selalu diajak
tuk keluar dari pertumbuhan lahir, menuju pertumbuhan batin. Sebab
pertumbuhan batin, adalah sesejatinya pertumbuhan, yang tak berbatas.

Sungguh, demikianlah kita bisa tumbuh secara batin, terus menjulang tinggi
meski tubuh terus meringkuk tak berdaya. Bahkan ia lah pertumbuhan yang kan
menyentuh hati, menelusup setiap jiwa. Wibawa yang bukan hadir sebab
penampilan, melainkan keteduhan. Simaklah jiwa-jiwa yang menyejarah dalam
zaman, niscaya kau temukan mereka cantik dalam jiwa, bukan dalam raga.

Belajar lah wahai jiwa. Belajarlah hingga kau mengenal Penciptamu. Tidak
rindu kah kau pada keabadian yang Ia janjikan? Lepaslah, keluarlah dari apa
yang nampak di depan mata, menuju apa yang diperuntukkan bagi ruhmu.
Dengannya lah niscaya damai, sebab naunganNya tak pernah lepas, kini dan
nanti.

0 komentar:

Posting Komentar